Larangan Menafsirkan Alquran sembarangan atau bebas

Kategori: Tafsir dan Ulumul Hadits
Diterbitkan: Sabtu, 01 September 2018
Ditulis oleh shahibmuslim

Pernyataan bahwa Al Qur’an itu bebas tafsir erat kaitannya dengan bahasan at tafsir bir ra’yi (penafsiran Al Qur’an dengan opini). Karena jika Al Qur’an dikatakan bebas tafsir artinya semua orang bebas untuk memaknai dan menafsirkan Al Qur’an dengan opini mereka masing-masing dan pemahaman masing-masing yang keluar dari benak mereka. Apakah yang demikian dibenarkan?

Pengertian at tafsir bir ra’yi

At tafsir bir ra’yi artinya penafsiran seseorang dalam menjelaskan makna-makna Al Qur’an dengan suatu pemahaman khusus yang hanya berlandaskan dengan ra’yu (opini) semata 1.

Selengkapnya...

Tafsir surat an nahl 16 ayat 92 dengan Asbabunnuzul

Kategori: Tafsir dan Ulumul Hadits
Diterbitkan: Sabtu, 11 Agustus 2018
Ditulis oleh shahibmuslim

 

A. Surat An-Nahl Ayat 92

"Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian) mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain (Kaum muslimin yang jumlahnya masih sedikit itu telah Mengadakan Perjanjian yang kuat dengan Nabi di waktu mereka melihat orang-orang Quraisy berjumlah banyak dan berpengalaman cukup, lalu timbullah keinginan mereka untuk membatalkan Perjanjian dengan Nabi Muhammad s.a.w. itu. Maka perbuatan yang demikian itu dilarang oleh Allah s.w.t.). Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu. dan Sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu."

Keutamaan dan Kemulian Membaca Surat Al Baqorah

Kategori: Tafsir dan Ulumul Hadits
Diterbitkan: Kamis, 09 Agustus 2018
Ditulis oleh shahibmuslim

Surat al-Baqarah adalah surat kedua urutannya setelah surat al-Fatihah dalam jajaran Mushhaf al-Qur’an. Semua ayat yang ada dalam surat al-Baqarah turun setelah Rasulullah hijrah dari Mekkah ke Madinah (turun di Madinah), kecuali ayat 281 yang turun di Mina ketika Rasulullah berhaji Wada’ (perpisahan), sehingga para ulama’ mengkategorikan surat al-Baqarah sebagai surat Madaniyah.  Imam ‘Ikrimah berkata, “Surat yang pertama kali turun di Madinah adalah surat al-Baqarah.” (Kitab Asbabun Nuzul lil Wahidi an-Naisaburi: 11).

Selengkapnya...

Firman Allah tidak hanya sebatas Alquran saja

Kategori: Tafsir dan Ulumul Hadits
Diterbitkan: Kamis, 19 Juli 2018
Ditulis oleh shahibmuslim
Qs.41:53;Kami akan memperlihatkan kepada mereka Ayat - Ayat kami disegenap alam dan pada diri mereka sendiri,sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Dia itu Haq (benar Adanya).
 
Pada Firman Allah ini dijelaskan, bahwa Ayat - Ayat Allah atau Firman Allah tidak hanya sebatas Alquran atau hadits, Tapi Firman Allah itu berupa segenap Alam semesta ini beserta isinya, peredaran planet - planet, nyanyian burung, hembusan angin, gerak dan diam kita, setiap kedipan mata kita, setiap denyut nadi kita, setiap nafas kita, itu semua adalah Firman Allah.
Ketahuilah, kalau nabi-nabi tidak ada lagi, dan telah tertutup pintu kenabian bukan berarti Allah berhenti berkata-kata, Allah berhenti berfirman. Karena sesungguhnya Allah setiap saat selalu Berfirman, sehingga setiap saat alam semesta ini mengalami perubahan, setiap saat Allah berfirman "Kun", dan setiap saat Allah selalu berKehendak, karena Allah Maha Ber-Kehendak.

Tafsir Surat Al Maidah ayat 101-102

Kategori: Tafsir dan Ulumul Hadits
Diterbitkan: Rabu, 18 Juli 2018
Ditulis oleh shahibmuslim
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَسْأَلُوا عَنْ أَشْيَاءَ إِنْ تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ وَإِنْ تَسْأَلُوا عَنْهَا حِينَ يُنَزَّلُ الْقُرْآنُ تُبْدَ لَكُمْ عَفَا اللَّهُ عَنْهَا وَاللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ (١٠١) قَدْ سَأَلَهَا قَوْمٌ مِنْ قَبْلِكُمْ ثُمَّ أَصْبَحُوا بِهَا كَافِرِينَ (١٠٢)
Rasulullah s.a.w. selalu dihujani pertanyaan dari para sahabat. Diantaranya ada yang kehilangan untanya berkata, "Di mana unta saya?" dan sebagainya.Suatu hari Rasulullah s.a.w. keluar dalam keadaan marah sehingga wajahnya kemerahan, lalu menaiki mimbar dan berkhutbah, antara lain beliau s.a.w. bersabda, "Bertanyalah kalian kepadaku, maka sesungguhnya tidak sekali-kali kalian menanyakan sesuatu kepadaku pada hari ini melainkan aku pasti menjelaskannya kepada kalian."

Artikel Selanjutnya...