Ketika Taat Kepada Penguasa Mengundang Petaka

Kategori: Aqidah - Tauhid
Diterbitkan: Senin, 13 Maret 2017
Ditulis oleh ibnuhamim

KIBLAT.NET – Dalam agama Islam ketaatan kepada seorang penguasa merupakan sebuah kewajiban yang ditetapkan oleh Kitabullah, Sunnah Rasul-Nya serta Ijma’ para ulama. Sebab, sebuah kekuasaan tidak akan tegak tanpa adanya ketaatan, bahkan seluruh urusan umat tidak akan lurus kecuali dengan adanya ketaatan. Sebagaimana pula yang dikatakan oleh Umar radhiyallahu anhu, “Tidak ada Islam tanpa jamaah, tidak ada jamaah tanpa kepemimpinan dan tidak ada kepemimpinan tanpa ketaatan.” Allah ﷻ berfirman:

 

Artinya, “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An-Nisa’: 59)

 

Nabi ﷺ bersabda, “Dengarlah dan taatlah meski kalian dipimpin seorang budak Habasyah yang kepalanya (kecil) seperti anggur kering selama ia menegakkan kitab Allah di tengah-tengah kalian.” (HR. Bukhari)

 

Selengkapnya...

Azab yang Disegerakan Bagi Penghina Al-Quran

Kategori: Aqidah - Tauhid
Diterbitkan: Kamis, 02 Maret 2017
Ditulis oleh riya

Hasil gambar untuk penghina alquran

KIBLAT.NET – Al-Qur’an adalah kalamullah yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW. Ia merupakan kitab suci yang menjadi pedoman hidup seorang muslim. Sejak dulu sampai sekarang, kaum muslimin sepakat tentang wajibnya menghormati dan memuliakan al-Qur’an. Sementara bagi mereka yang menghina atau menistakannya, para ulama sepakat menghukuminya kafir dan halal darahnya. Allah Ta’ala berfirman;

وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ * لاَ تَعْتَذِرُواْ قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِن نَّعْفُ عَن طَآئِفَةٍ مِّنكُمْ نُعَذِّبْ طَآئِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُواْ مُجْرِمِينَ

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab, ‘Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja.’ Katakanlah, ‘Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?’ Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman’.” (QS: At-Tauba: 65-66)

Selengkapnya...

5 Prinsip Menyikapi Paham Islam Liberal

Kategori: Aqidah - Tauhid
Diterbitkan: Rabu, 01 Maret 2017
Ditulis oleh riya

 

Hasil gambar untuk paham liberal

Agama atau "dien" di dalam Bahasa Arab berarti aturan yang dipatuhi dan dijadikan sebagai jalan hidup. Ber-agama, katakanlah beragama Islam, itu artinya kita memilih dan menjadikan Islam yang diajarkan oleh Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , sebagai pedoman atau jalan hidup yang kita tempuh dan kita patuhi selama menjalani kehidupan di dunia ini. Kita patuhi segala aturan dan ajarannya dengan penuh kesadaran, baik dalam kehidupan individu maupun dalam kehidupan kolektif (masyarakat). Memilih Islam sebagai jalan hidup itu juga berarti kita rela dengan segala konsekwensinya, kita yakini dengan sepenuh hati dan penuh kesadaran jiwa dan akal akan apa yang diperin tahkan kepada kita untuk diyakini, dan kita laksanakan semua perintah-perintahnya dengan penuh kesadaran pula, dan kita jauhi larang-larangnya dengan penuh keikhlasan dan ketulus-an hati kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala .

Maka seorang muslim yang baik adalah muslim yang selalu memelihara dan menjaga komitmennya kepada keyakinannya, dan tetap berpegang teguh kepada pendirian dan keyaki-nannya sebagaimana tercermin di dalam ajaran Islam yang ia anut, apa pun resikonya. Itulah arti dari memilih Islam sebagai agama dan the way of life (jalan kehidupan).

Selengkapnya...

Bahaya Cinta Kekuasaan

Kategori: Aqidah - Tauhid
Diterbitkan: Rabu, 01 Maret 2017
Ditulis oleh riya

Hasil gambar untuk cinta kekuasaan

Hubbur riyasah (cinta kekuasaan) adalah salah satu syahwat yang sering menimpa manusia. Bagi orang yang terkena penyakit ini, kekuasaan, jabatan dan segala yang mengiringinya berupa popularitas dan ketenaran merupakan tujuan hidupnya. Berkenaan dengan bahaya cinta kekuasaan ini Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam telah bersabda yang diriwayatkan oleh Ka'ab bib Malik Radhiallaahu anhu ,
"Dua ekor serigala yang dilepas kepada seekor domba tidak lebih parah kerusakannya bagi domba itu, bila dibandingkan ketamakan seseorang terhadap harta dan kedudukan dalam merusak agamanya." (dikeluarkan oleh at-Tirmidzi dan mengatakan, "hadits hasan shahih")

Selengkapnya...

Keistimewaan Ulama menurut Alquran dan Hadits

Kategori: Aqidah - Tauhid
Diterbitkan: Selasa, 28 Februari 2017
Ditulis oleh riya

Sering kita mendengar istilah “Ulama”. Siapakah dan bagaimana karakter mereka serta kedudukan mereka di dalam agama Islam?, Bagaimana cara bersikap kepada mereka? Simaklah bahasan pada edisi kali ini.

Hasil gambar untuk keistimewaan ulama

Ulama secara bahasa, seperti di dalam “al-Mu’jam al Wasith”, merupakan bentuk jama’ dari ‘alim yang berarti katsiru al-‘ilmi (banyak ilmu). Tetapi, yang dimaksudkan di sini adalah dari kalangan manusia. Jadi, secara sederhana dapat dikatakan, ulama adalah manusia yang banyak ilmunya. Diriwayatkan dari Abu Ma’mar, ia berkata, “Aku mendengar Sufyan bin Uyainah berkata, “Bukanlah disebut ulama yaitu orang yang hanya mengetahui kebaikan dan keburukan, tetapi disebut ulama yaitu apabila orang tersebut mengetahui sebuah kebaikan kemudian mengamalkannya, dan mengetahui keburukan kemudian menjauhinya.” (Min A’lami Salaf, hal. 66)

Selengkapnya...