Bagaimana Sifat-sifat orang-orang munafik dalam alquran

Kategori: Aqidah - Tauhid Diterbitkan: Senin, 22 Agustus 2016 Ditulis oleh riya
 
Munafik menurut istilah adalah menampakkan keislaman dan kebaikan, tetapi menyembunyikan kekufuran dan kejahatan.

 

Hendaklah kita waspada dari sifat-sifat munafik, jangan sampai sifat-sifat ini menghinggapi diri kita dan hendaklah kita selalu waspada dari tipu daya orang-orang munafik karena mereka hidup bersama kaum muslimin akan tetapi mereka membenci bahkan memusuhi Islam dan umat Islam.

 

Walau mereka  menyembunyikan karakter mereka namun al-Qur’an  telah menginformasikan kepada kita mengenai sifat-sifat  mereka sehingga kita akan dapat mengetahuinya, karena semua tanda dan sifat munafik itu tidak akan berubah dan sama setiap zaman dan tempat.

 

Berikut adalah sifat-sifat yang melekat  pada orang-orang munafik dimanapun yang di sebutkan dalam al-Qur’an, yaitu:

 

 

 

1.     Munafik Itu Penyakit Hati

 

فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَهُمُ اللّهُ مَرَضاً وَلَهُم عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ
 

 

“Dalam hati mereka ada penyakit , lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta”.  (Al Baqarah 10).

 

Munafik adalah merupakan salah satu penyakit yang merusak hati ummat manusia. Ia dapat mengurangi kecerdasan manusia sehingga terhalang dari kebenaran, bahkan melihat kebenaran itu sebagai kesalahan, sehingga timbullah rasa bencinya terhadap kebenaran yang pastinya bermanfaat. Dan malah menyenangi kebatilan  yang merusak. Penyakit hati yang seperti ini  selalu mengganggu manusia dan sekurang-kurangnya mempengaruhi nafsu syahwatnya.

 

2.     Berbuat Kerusakan Di Muka Bumi

 

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لاَ تُفْسِدُواْ فِي الأَرْضِ قَالُواْ إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ

 

Dan bila dikatakan kepada mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi ". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan." (QS. Al Baqarah 11)

 

 

 

أَلا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَـكِن لاَّ يَشْعُرُونَ

 

 
 
 
 

 

Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar”. (QS. Al Baqarah 12)

 

 

 

Mereka sebenarnya berbuat kerusakan, namun tidak menyadarinya, bahkan mereka menyangka mereka telah berbuat kebaikan.

 

 

 

3.     Menuduh Bodoh Orang  Beriman

 

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُواْ كَمَا آمَنَ النَّاسُ قَالُواْ أَنُؤْمِنُ كَمَا آمَنَ السُّفَهَاء أَلا إِنَّهُمْ هُمُ السُّفَهَاء وَلَـكِن لاَّ
يَعْلَمُونَ

Apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman." Mereka menjawab: "Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?" Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu”.  (QS. Al Baqarah 13)

 

Mereka memang bodoh, karena hanya bersandar kepada ilmu pengetahuan yang picik dan ngotot atas pendirian yang lemah. Namun mereka tidak menyadari kalau diri mereka dalam kesesatan dan kebodohan.

 

4.     Keras Kepala Dan Merasa Mulia Berbuat Dosa

 

 

وَمِنَ النَّاسِ مَن يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللّهَ عَلَى مَا فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِ

وَإِذَا َوَلَّى سَعَى فِي الأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيِهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ وَاللّهُ لاَ يُحِبُّ الفَسَادَ

 

 وَإِذَا قِيلَ لَهُ اتَّقِ اللّهَ أَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ بِالإِثْمِ فَحَسْبُهُ جَهَنَّمُ وَلَبِئْسَ
الْمِهَادُ

 

Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras. Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan . Dan apabila dikatakan kepadanya: "Bertakwalah kepada Allah", bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) neraka Jahannam. Dan sungguh neraka Jahannam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya”. (QS. Al Baqarah 204 – 206)

 

 

 

Hal seperti ini di zaman sekarang begitu mudah kita saksikan dengan kasat mata. Betapa orang begitu mudah menghujat syariat, melecehkan agama dengan  mengatasnamakan   pengetahuan dan mereka begitu percaya diri dan bangga di atas kebatilannya, yang di sangka sebagai kecerdasan.

 

 

 

5.     Membantu Orang Kafir  Dan Memata-matai Orang Beriman

 

بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَاباً أَلِيماً

 

الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاء مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِندَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ العِزَّةَ لِلّهِ جَمِيعاً

 

الَّذِينَ يَتَرَبَّصُونَ بِكُمْ فَإِن كَانَ لَكُمْ فَتْحٌ مِّنَ اللّهِ قَالُواْ أَلَمْ نَكُن مَّعَكُمْ وَإِن كَانَ لِلْكَافِرِينَ نَصِيبٌ قَالُواْ أَلَمْ نَسْتَحْوِذْ عَلَيْكُمْ وَنَمْنَعْكُم مِّنَ الْمُؤْمِنِينَ فَاللّهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَن يَجْعَلَ اللّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلاً

 

 
 
 
 
 
 


Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mu'min. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu ? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.,  (yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mu'min). Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah mereka berkata : "Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu ?" Dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan) mereka berkata : "Bukankah kami turut memenangkanmu , dan membela kamu dari orang-orang mu'min ?" Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu di hari kiamat dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman”. (QS. An Nisaa’ 138 – 139 – 141)

Saat ini kaum muslimin di seluruh dunia sedang menghadapi suatu

serangan hebat dari musuhnya yang di komandani oleh Amerika Serikat, yaitu sebuah perang opini dan perang nyata di lapangan pertempuran di beberapa tempat. Isu terorisme dijadikan suatu pembenaran untuk melakukan apasaja yang dapat menghancurkan dan memusnahkan umat Islam dan segala ajarannya. Dan faktanya orang-orang kafir ini sangat di bantu oleh orang-orang munafik, mereka mensuplai informasi dan data, membantu penyebaran propaganda dan lain-lainnya. Mereka mengambil keuntungan tersendiri dari keadaan umat yang tidak menguntungkan saat ini. Dan bahkan mereka mulai memperlihatkan taringnya ketika umat Islam terpojok.

 

 

 

6.     Menipu, Riya Dan Malas Dalan Melaksanakan Ajaran Agama

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُواْ إِلَى الصَّلاَةِ قَامُواْ كُسَالَى يُرَآؤُونَ النَّاسَ وَلاَ يَذْكُرُونَ اللّهَ إِلاَّ قَلِيلاً

مُّذَبْذَبِينَ بَيْنَ ذَلِكَ لاَ إِلَى هَـؤُلاء وَلاَ إِلَى هَـؤُلاء وَمَن يُضْلِلِ اللّهُ فَلَن

 

 تَجِدَ لَهُ سَبِيلاً

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka . Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali .

 

Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir) , maka kamu sekali-
kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya”. (QS. An Nisaa’ 142 – 143)

 

Inilah karakter asli mereka, menipu Allah dan orang-orang yang beriman. Rusaknya itikad dan keyakinan membuat mereka begitu berat dan malas untuk melaksanakan ibadah. Kalaupun mengerjakan terkandung di dalam hatinya tidak menyenanginya, hanya
karena riya atau mengelabui orang lain.  

 

7.     Berhukum Kepada Setan

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُواْ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَن يَتَحَاكَمُواْ إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُواْ أَن يَكْفُرُواْ بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَن يُضِلَّهُمْ ضَلاَلاً بَعِيداً
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْاْ إِلَى مَا أَنزَلَ اللّهُ وَإِلَى

الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ

 

 يَصُدُّونَ عَنكَ صُدُودا
ً

 

فَكَيْفَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ ثُمَّ جَآؤُوكَ يَحْلِفُونَ بِاللّهِ إِنْ أَرَدْنَا إِلاَّ إِحْسَاناً وَتَوْفِيقاً

 

أُولَـئِكَ الَّذِينَ يَعْلَمُ اللّهُ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَعِظْهُمْ وَقُل لَّهُمْ فِي أَنفُسِهِمْ قَوْلاً بَلِيغاً
 

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku

dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? Mereka hendak berhakim kepada thaghut , padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. Apabila dikatakan kepada mereka : "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu. Maka bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah : "Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna". Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka”. (QS. An Nisaa’ 60 – 63)

 

 

8.    

Membikin Kekacauan Dibarisan Kaum Muslimin

 

لَوْ خَرَجُواْ فِيكُم مَّا زَادُوكُمْ إِلاَّ خَبَالاً ولأَوْضَعُواْ خِلاَلَكُمْ يَبْغُونَكُمُ الْفِتْنَةَ وَفِيكُمْ سَمَّاعُونَ لَهُمْ وَاللّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِين
َ

Jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak

menambah kamu selain dari kerusakan belaka, dan tentu mereka akan bergegas maju ke muka di celah-celah barisanmu, untuk mengadakan kekacauan di antara kamu; sedang di antara kamu ada orang-orang yang amat suka mendengarkan perkataan mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang zalim”.  (QS. At Taubah 47)

 

Sejarah telah mencatat tindakan mereka untuk menggembosi pasukan kaum muslimin  sewaktu  perang Uhud dengan melakukan desersi di tengah perjalanan, agar terjadi kekacauan yang akan melemahkan mental juang kaum muslimin dan benarlah tindakan mereka hampir menciptakan konflik internal.

 

 

 

9.     Mendustakan, Menakut-nakuti Dan Membenci Kaum Muslimin

وَيَحْلِفُونَ بِاللّهِ إِنَّهُمْ لَمِنكُمْ وَمَا هُم مِّنكُمْ وَلَـكِنَّهُمْ قَوْمٌ

يَفْرَقُونَ

 

لَوْ يَجِدُونَ مَلْجَأً أَوْ مَغَارَاتٍ أَوْ مُدَّخَلاً لَّوَلَّوْاْ إِلَيْهِ وَهُمْ يَجْمَحُونَ

 

Dan mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa sesungguhnya mereka termasuk golonganmu; padahal mereka bukanlah dari golonganmu, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang sangat takut (kepadamu). Jikalau mereka memperoleh tempat perlindunganmu atau gua-gua atau lobang-lobang (dalam tanah) niscaya mereka pergi kepadanya dengan secepat-cepatnya”. (QS. At Taubah 56 – 57)

Diantara sifat-sifat orang munafik adalah berdusta dan bersumpah

palsu, seperti sabda Rosul, “Tanda orang munafik ada tiga perkara; apabila berbicara berdusta, apabila berjanji menyalahi, apabila diberi amanat berkhianat”. (A Hadits).

 

Mereka adalah suatu golongan yang suka menaku-nakuti dan memusuhi kaum muslimin. Dan yang mendorong berdusta karena mereka takut tersingkap kekafiran yang terpendam di dalam hati mereka, sehingga mendapat  balasan yang setimpal dari kaum muslimin.

 

 

 

10.                        Mencela Orang Yang Berlaku Benar Dan Marah Bila Tak tercapai Keinginannya

وَمِنْهُم مَّن يَلْمِزُكَ فِي الصَّدَقَاتِ فَإِنْ أُعْطُواْ مِنْهَا رَضُواْ وَإِن

لَّمْ يُعْطَوْاْ

 

 مِنهَا إِذَا هُمْ يَسْخَطُونَ

 

Dan di antara mereka ada orang yang mencelamu tentang (distribusi) zakat; jika mereka diberi sebahagian dari padanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebahagian dari padanya, dengan serta merta mereka menjadi marah”. (QS. At Taubah 58)

 

Sifat ini sangat mengemuka bahkan Rosulullah saw pun dituduh dan dicaci oleh mereka berlaku tidak adil dalam pembagian zakat. Begitulah sikap orang munafik sepanjang masa, mereka senang apabila di berikan keinginan mereka, dan akan marah apabila tidak diberikan apa yang mereka kehendaki.

 

 

 

 

11

.                        Menyuruh Yang Mungkar Dan Melarang Orang Berbuat Baik

 

الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُم مِّن بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُواْ اللّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ

هُمُ

الْفَاسِقُونَ

 

Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma'ruf dan mereka menggenggamkan tangannya . Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik”. (QS. At Taubah 67)

 

Karena jiwa mereka dalam keadaan sakit,  yang tak ingin melihat yang baik dan perbuatan baik. Mereka lebih  menyenangi yang munkar dan menyebarkan kejahatan serta kemunkaran. Mereka juga melarang orang yang berbuat baik dengan berbagai cara dan sarana.

 

 

 

12.                        Khianat Dan Tidak Menepati Janji

 

وَمِنْهُم مَّنْ عَاهَدَ اللّهَ لَئِنْ آتَانَا مِن فَضْلِهِ لَنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُونَنَّ مِنَ الصَّالِحِينَ

 

فَلَمَّا آتَاهُم مِّن فَضْلِهِ بَخِلُواْ بِهِ وَتَوَلَّواْ وَّهُم
مُّعْرِضُونَ

 

فَأَعْقَبَهُمْ نِفَاقاً فِي قُلُوبِهِمْ إِلَى يَوْمِ يَلْقَوْنَهُ بِمَا أَخْلَفُواْ اللّهَ مَا
وَعَدُوهُ وَبِمَا

 

 كَانُواْ يَكْذِبُونَ

 

Dan diantara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah: "Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh. Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran).  Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan juga karena mereka selalu berdusta”. (QS. At Taubah 75 – 77)

 

 

 

13.                        Menghina Orang Yang Beriman

 

الَّذِينَ يَلْمِزُونَ الْمُطَّوِّعِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ فِي الصَّدَقَاتِ وَالَّذِينَ لاَ يَجِدُونَ

 

 إِلاَّ جُهْدَهُمْ فَيَسْخَرُونَ مِنْهُمْ سَخِرَ اللّهُ مِنْهُمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

 

(Orang-orang munafik itu) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih”. (QS. At Taubah 79)

 

 

 

Mereka menghina orang yang memakai hijab yang sesuai dengan syariat, mencaci laki-laki yang berjenggot, mencela orang beriman yang bersedekah dengan mengatakan itu perbuatan riya, dan lain-lain. Merka begitu sombong, mengejek dan mentertawakan orang yang beriman.

 

 

 

14.                        Mengajak Meninggalkan Jihad

فَرِحَ الْمُخَلَّفُونَ بِمَقْعَدِهِمْ خِلاَفَ رَسُولِ اللّهِ وَكَرِهُواْ أَن

يُجَاهِدُواْ بِأَمْو

 

َالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَقَالُواْ لاَ تَنفِرُواْ فِي الْحَرِّ قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ

 

 حَرّاً لَّوْ كَانُوا يَفْقَهُون
َ

 

Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut perang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata: "Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini". Katakanlah: "Api neraka jahannam itu lebih sangat panas(nya)" jika mereka mengetahui”. (QS. At Taubah 81)

Dari sifat orang yang munafik  mereka tidak tahu dan tidak mengerti

bahwa nereka telah keluar dari keimanannya kepada Allah karena meninggalkan jihad. Dengan dalih karena hari panas, mereka mengajak orang lain agar meninggalkan jihad.  Realitas kekinian banyak sekali umat Islam yang begitu apriori mendengar kata jihad, kaum munafik telah bersekongkol dengan orang-orang kafir agar umat Islam meninggalkan jihad.

 

 

15

.                        Memudaratkan Orang Yang Beriman

 

وَالَّذِينَ اتَّخَذُواْ مَسْجِداً ضِرَاراً وَكُفْراً وَتَفْرِيقاً بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَاداً

 

 لِّمَنْ حَارَبَ اللّهَ وَرَسُولَهُ مِن قَبْلُ وَلَيَحْلِفَنَّ إِنْ أَرَدْنَا إِلاَّ الْحُسْنَى وَاللّهُ

 

 يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ
لاَ تَقُمْ فِيهِ أَبَداً لَّمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَى مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ

أَن تَقُومَ فِيهِ  فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَن يَتَطَهَّرُواْ وَاللّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِين

َ

Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mu'min), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mu'min serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu . Mereka Sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan." Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya).  Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguh-nya mesjid yang didirikan atas dasar taqwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih”. (QS. At Taubah 107 – 108)

 

 

 

Seperti yang terjadi di zaman Rosululloh, Dimana para munafikin sengaja membangun masjid dhirar  untuk menyaingi masjid kuba. Yang tujuannya adalah untuk merusak kaum muslimin, untuk menanamkan permusuhan kepada Allah dan Rosulnya. Kendatipun mereka telah bersumpah namun sumpah itu sumpah palsu.

 

 

 

Demikianlah pemaparan Al Qur’an yang begitu jelas dan detail memberi petunjuk kepada kita untuk mengenali sekaligus mewaspadai  mereka. Karena sungguh mereka banyak tersebar di berbagai sendi kehidupan kaum muslimin, disadari maupun tidak disadari. Namun kita sebagai da’i harus mampu bersikap dengan tepat, sesuai apa yang di contohkan oleh Rosululloh saw sebagai teladan tertinggi dalam menyikapi orang-orang munafik ini. Karena selain mereka merupakan obyek dakwah kita, senyatanya mereka juga adalah   musuh yang berbahaya sekaligus.

Akhir kata hanya kepada Allah sajalah kita mohon kekuatan dan perlindungan dari tipu daya dan bahaya nifak dan orang-orang munafik.

Dilihat: 129