Fakta Paham Akidah Murji'ah dalm dunia Islam

Kategori: Aqidah - Tauhid
Diterbitkan: Jumat, 07 Juli 2017
Ditulis oleh shahibmuslim

Hasil gambar untuk paham murjiah

Eramuslim – Lahirnya doktrin murji’ah muncul bersamaan dengan kemunculan ulama penguasa, yaitu disaat sistem kerajaan lahir dan sistem khilafah lenyap. Bersamaan degan lahirnya doktrin murji’ah ini, terjadinya pemisahan antara Penguasa dengan Al-Qur’an.

Pandangan iman dari penganut doktrin murji’ah ini, bisa digambarkan bahwa iman adalah pembenaran dengan hati da n pernyataan dengan lisan saja. Para penganut doktrin ini tidak memasukkan amal dari bagian makna iman. Mereka – penganut murji’ah mengatakan, bahwa iman adalah pembenaran dan kemaksiatan (kemungkaran) tidak akan membahayakan iman. Barangsiapa yang mengucapkan kalimat syahaadat, “la ilaha illallah” kami hukumi ia sebagai Islam, tanpa penduli apa yang ia katakan atau perbuat setelahnya.

Selengkapnya...

Jangan Salah Memilih Teman

Kategori: Aqidah - Tauhid
Diterbitkan: Jumat, 07 Juli 2017
Ditulis oleh shahibmuslim

Hasil gambar untuk memilih teman

Di dalam al-Qur`an dan as-Sunnah, penyebutan kata-kata; al-Qarin, ar-Rafiq dan al-Khalil (semuanya memiliki makna yang mirip: orang yang selalu menyertai, teman, kekasih) selalu diiringi dengan arahan-arahan yang bermanfaat dan isyarat-isyarat edukatif yang penting. Manakala seseorang dalam kehidupan ini harus memiliki teman yang dapat mengajaknya bicara, curhat, menghibur dan menasehatinya; maka masalah memilih teman tentu menjadi amatlah penting. Karena itu, harus ada kesungguhan dalam memilih orang yang kita senangi dan kita kasihi. Sebab seseorang diukur berdasarkan agama temannya. Seseorang akan bersama orang yang ia cintai. Para ulama sering mengatakan, “Seseorang tidak semestinya menyepelekan hal memilih siapa yang layak dijadikan teman, sebab pertemanan itu memiliki pengaruh yang teramat besar bagi seseorang.” Mengenai hal ini, Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam pernah bersabda, “Seseorang (diukur) berdasarkan agama temannya; maka hendaklah salah seorang di antara kamu melihat siapa yang ia jadikan kekasih (teman).” (HR.Abu Daud, dishahihkan Syaikh al-Albani)

Selengkapnya...

Golput Menurut Prof Dr Ali Muhammad Ash-Shallabi

Kategori: Aqidah - Tauhid
Diterbitkan: Rabu, 15 Maret 2017
Ditulis oleh ibnuhamim

Golput Menurut Prof Dr Ali Muhammad Ash-Shallabi

Beberapa orang baik individu-individu dalam masyarakat maupun kelompok sosial cenderung berpandangan untuk memboikot dan golput dalam pemilihan umum, padahal pemilihan itu bertujuan untuk tegaknya Negara Islam modern.

Selengkapnya...

Soal Sikap GP Ansor. PP Al-Anwar I Tegaskan Haram Pemimpin Non-Muslim

Kategori: Aqidah - Tauhid
Diterbitkan: Selasa, 14 Maret 2017
Ditulis oleh riya

Hasil gambar untuk haram memilih pemimpin non muslim

Hasil Bahtsul Masail Kiai Muda PP GP Ansor tentang 'Kepemimpinan Non-Muslim di Indonesia' di Jakarta menyatakan, setiap warga negara bebas menentukan pilihan politiknya dalam memilih pemimpin tanpa latar belakang agama yang dianutnya.

Selengkapnya...

Ketika Taat Kepada Penguasa Mengundang Petaka

Kategori: Aqidah - Tauhid
Diterbitkan: Senin, 13 Maret 2017
Ditulis oleh ibnuhamim

KIBLAT.NET – Dalam agama Islam ketaatan kepada seorang penguasa merupakan sebuah kewajiban yang ditetapkan oleh Kitabullah, Sunnah Rasul-Nya serta Ijma’ para ulama. Sebab, sebuah kekuasaan tidak akan tegak tanpa adanya ketaatan, bahkan seluruh urusan umat tidak akan lurus kecuali dengan adanya ketaatan. Sebagaimana pula yang dikatakan oleh Umar radhiyallahu anhu, “Tidak ada Islam tanpa jamaah, tidak ada jamaah tanpa kepemimpinan dan tidak ada kepemimpinan tanpa ketaatan.” Allah ﷻ berfirman:

 

Artinya, “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An-Nisa’: 59)

 

Nabi ﷺ bersabda, “Dengarlah dan taatlah meski kalian dipimpin seorang budak Habasyah yang kepalanya (kecil) seperti anggur kering selama ia menegakkan kitab Allah di tengah-tengah kalian.” (HR. Bukhari)

 

Selengkapnya...