Neraka akan diperlihatkan setiap jiwa atau ummat

Kategori: Aqidah - Tauhid Diterbitkan: Jumat, 07 September 2018 Ditulis oleh shahibmuslim

Diperlihatkannya Neraka Kepada Umat, Sedang Mereka Berada Di Padang Mahsyar
Neraka, Kengerian dan Siksaannya; Berita Akhirat; Mahir Ahmad Ash-Shufiy

Setelah lama berada di padang mahsyar, Allah mengizinkan makhluk-Nya menghadap kepada-Nya untuk dihisab [dihitung amal perbuatannya]. Selama penghitungan amal tersebut, Allah memerintahkan neraka dinyalakan sebagaimana memerintahkan surga agar mendekati penghuninya, yang sedang berada di hadapan Allah swt. Jika neraka telah dinyalakan, Allah swt. menyuruh para malaikat yang menjaga neraka agar keluar melewati makhluk dan semua umat manusia yang sedang berhenti di padang mahsyar.

 

Para malaikat itu lewat di atas, di bawah, samping kanan, dan samping kiri mereka. Hawa panas mereka menimpa dan menghanguskan orang-orang kafir, musyrik dan yang sesat. Tetapi menjauhi orang-orang mukmin, muslim, dan mereka yang mengesakan Allah swt. Meskipun demikian, orang-orang yang beriman itu justru melihat mereka seakan-akan berjalan di hadapan mereka, lalu mengucapkan selamat kepada mereka ketika tenggorokan mereka tercekat karena melihatnya. Seandainya Allah swt. tidak menakdirkan mereka mati, pasti setiap orang yang melihat neraka akan mati mendadak meskipun melihatnya dari jauh.

“Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan): ‘Kamu telah menghabiskan rezkimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; Maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik’”. (al-Ahqaaf: 20)

“Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan kepada neraka, (Dikatakan kepada mereka): ‘Bukankah (azab) ini benar?’ mereka menjawab: ‘Ya benar, demi Tuhan kami.’ Allah berfirman, ‘Maka rasakanlah azab ini disebabkan kamu selalu ingkar.’” (al-Ahqaaf: 34)

“…dan kamu akan melihat orang-orang yang zalim ketika mereka melihat azab berkata: ‘Adakah kiranya jalan untuk kembali (ke dunia)?’ Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam Keadaan tunduk karena (merasa) hina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu…” (asy-Syura: 44-45)

Dalam ayat-ayat di atas, Allah swt menerangkan kepada kita bagaimana neraka diperlihatkan kepada calon penghuninya sebelum mereka masuk ke dalamnya. Sebenarnya, neraka diperlihatkan kepada mereka di beberapa tempat yang menakutkan pada hari yang panjang itu. Akan tetapi yang paling menakutkan adalah ketika mereka dihadapkan kepada Allah untuk dihisab [diperhitungkan] amal mereka.

Allah swt. tidak akan membiarkan orang-orang kafir dan musyrik dapat beristirahat sedikitpun, sejak peniupan sangkakala untuk kebangkitan dan pengumpulan manusia di dunia, kemudian pengumpulan mereka di padang mahsyar dengan harinya yang panjang, dan ketika mereka berhenti di hadapan Allah swt. dalam keadaan hina. Azab orang-orang kafir dan musyrik tidak dapat ditahan oleh orang-orang yang menyombongkan diri ketika di dunia, tanpa hak. Mereka berusaha menyesatkan dan memerangi orang-orang yang beriman dengan segala peralatan dan sarana yang mereka miliki. Allah swt membiarkan mereka bersenang-senang, bermain, menikmati kehidupan dunia, dan makan sebagaimana binatang memakan makanan.

Pada hari kiamat semua perkara hanya milik Allah swt. Pada saat itu neraka akan diperlihatkan kepada mereka, dinyalakan, dan diperintahkan agar mengeluarkan sesuatu dari dalamnya.

“Dan apabila neraka Jahim dinyalakan, dan apabila syurga didekatkan, maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.” (at-Takwir: 12-14)

Ketika itulah neraka menyala, datang dan mendekati orang-orang kafir, bahkan ada sesuatu yang mengerikan keluar dari dalamnya. Keluar pula dari dalamnya beberapa leher yang lewat di atas kepala-kepala mereka, seperti gunung yang menaungi mereka.

“Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan: ‘Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.’ Maka pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksa-Nya.” (al-Fajr: 23-25)

Dari Ibnu Mas’ud ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Pada hari itu neraka jahanam mempunyai 70.000 tali kekang [kendali] dan setiap tali kekang dipegang oleh 70.000 malaikat yang mengendalikannya.” (HR Muslim)

Jika api keluar dari neraka dalam bentuk tali kekang, ia akan dikendalikan oleh malaikat. Api itu marah dan menderu-deru menyambar orang-orang kafir. Marah dan derunya itu akan membuat hati sangat takut yang tidak dapat dibayangkan. Kemudian api itu bertambah marah kepada orang-orang yang telah mengingkari keesaan Allah swt dan tidak mengakui-Nya sebagai Tuhan sehingga mereka berteriak mengeluarkan suara yang sangat menakutkan.

“Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar kegeramannya dan suara nyalanya.” (al-Furqaan: 12)

“Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak,” (al-Mulk: 7)

Bagaimana anda membayangkan manusia pada hari itu? Pemandangan seperti disaksikan oleh orang-orang kafir dan penolong-penolong mereka. disaksikan pula oleh orang-orang muslim yang mengesakan Allah swt. meskipun mereka dalam keadaan aman.

Dari Abu Sa’id al-Khudri ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Akan keluar leher dari neraka yang mengatakan bahwa pada hari ini aku mewakili tiga kelompok, yaitu orang yang keras kepala dan menyimpang [dari jalan Allah], yang menjadikan tuhan lain bersama Allah, dan orang yang bunuh diri. Kemudian ia mengumpulkan mereka dan melempar mereka ke dalam neraka.” (HR Ahmad)

Maksud dari kalimat “melemparkan mereka ke dalam neraka” bukanlah berarti lemparan yang terakhir karena pada saat itu mereka sedang berada di hadapan Allah untuk diadili. Jadi setelah itu mereka akan dilemparkan kembali ke dalam neraka, bahkan berkali-kali sehingga mereka kekal di dalamnya.

Tiga kelompok yang disebutkan Rasulullah saw. dikumpulkan oleh leher yang berasal dari neraka itu [saat itu sedang berkumpul di antara mahkluk] berada di hadapan Allah swt., kemudian disambar karena mereka mempunyai tanda hitam di kening, yang berasal dari kesesatan, kesyirikan, dan kemaksiatan mereka terhadap Allah swt.

Peristiwa ini persis seperti seekor burung yang mematuk biji-bijian atau burung elang yang menangkap mangsanya, setelah diintai dari udara, kemudian ia menukik dengan tajam dan menyambarnya tepat sasaran.

Jika leher [yang berasal dari neraka] itu keluar, ia akan menakutkan hati, membakar jiwa, dan membuat ngeri setiap umat yang sedang berkumpul saat itu, termasuk para nabi dan rasul. Akan tetapi leher itu tidak akan menyentuh para nabi dan rasul sedikitpun. Meskipun demikian, para nabi dan rasul tetaplah manusia yang akan merasa ngerii dan takut jika melihat dan menyaksikan hal itu dengan mata kepala sendiri. Semua manusia tidak akan memikirkan sesuatu kecuali selamat dari leher itu.

Semua yang dilihat orang-orang kafir itu merupakan janji yang ditangguhkan oleh Allah swt. bagi mereka hingga hari kiamat.

“Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak, mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mangangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong.” (Ibrahim: 42-43)

Di tempat yang menakutkan itu semua umat merangkak di atas lututnya, termasuk umat Nabi Muhammad saw. Di tempat itulah semua umat dikumpulkan karena Allah swt. akan memulai setiap tahab penghitungan amal, kemudian menghakiminya. Pada awal penghitungan amal, semua umat akan berkumpul menjadi satu, kemudian berkelompok-kelompok.

Abdul Razzaq mengatakan bahwa ia diberitahu oleh Ma’mar dari Manshur dari Mujahid dari Ubaid bin Amir, lalu ia berkata, “Sungguh neraka jahanam akan menggelegak dan bergemuruh. Tidak ada malaikat dan nabi, kecuali urat leher mereka bergetar ketakutan, bahkan Ibrahim pun merangkak di atas lututnya sambil berucap, “Wahai Tuhanku, aku tidak memohon kepada-Mu, kecuali jiwaku [selamatkan jiwaku].”

Kita yang di dunia saja jika mendengar suara petir serta diikuti kilat dan gemuruh yang sahut-menyahut, hati kita merasa takut. Begitu juga ketika terjadi gempa, kebakaran atau kerusakan. Padahal semua itu hanya peristiwa kecil dan sederhana yang tidak mempunyai kesamaan sedikitpun jika dibanding dengan yang akan terjadi pada hari kiamat nanti. Pada hari akhir, hati kita dipenuhi dengan ketakutan sehingga urat leher kita bergetar hebat. Oleh karena itu, kita memohon kepada Allah swt. dan terus berdoa kepada-Nya.

Ibnu Katsir menafsirkan ayat: “Dan [pada hari itu] kamu lihat setiap umat berlutut… “ (al-Jatsiyah: 25) dengan berjalan di atas lututnya karena takut dengan peristiwa yang besar itu. Dikatakan pula jika neraka jahanam didatangkan kepada mereka, neraka itu akan bergolak dan bergemuruh. Mereka akan merangkak sambil memohon kepada Allah, “Wahai Tuhanku, aku tidak memohon kepada-Mu, kecuali jiwaku [selamatkan jiwaku].”

Dilihat: 35